TEXAS - Sebanyak 60 orang warga Amerika Serikat (USA) meninggal akibat musim dingin ekstrem, antaranya karena keracunan karbon monoksida saat mereka menjalankan mobil dan generator di dalam ruangan agar tetap hangat.
Korban jiwa paling banyak terjadi di negara bagian Texas, tercatat 24 orang warganya tewas. Pejabat lokal memperkirakan jumlah itu masih dapat bertambah.
Walau aliran listrik kembali normal di Texas, badai musim dingin masih berpotensi menerjang kawasan tersebut dan setidaknya 13 juta orang atau hampir separuh penduduk negara bagian itu kini kekurangan akses air bersih.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Berpotensi Melanda 23 Wilayah di Indonesia, Cek Lokasinya
Otoritas sempat menganjurkan warganya untuk merebus pasokan air yang tersisa sebelum mengkonsumsinya. Ketersediaan air bersih berkurang drastis, karena sistem penyulingan air rusak selama cuaca dingin yang bersejarah.
Musim dingin ekstrem juga memutus aliran air di Kota Jackson, Mississippi. Kota ini dihuni sekitar 150.000 orang. Hal yang sama terjadi di Tennessee yang dihuni lebih dari 651.000 jiwa.
Penduduk yang di kawasan selatan AS yang pipa air bersihnya membeku, kini terpaksa merebus salju untuk mendapat air layak konsumsi.
Warga menghadapi pemadaman listrik berjam-jam di tengah musim dingin ekstrem. Hingga Jumat (19/02), sekitar 180.000 rumah dan pertokoan di Texas belum dialiri listrik. Sebelumnya, sebanyak 3,3 juta orang di Texas menghadapi pemadaman listrik.
Baca Juga: Texas Dilanda Badai Musim Dingin, Penduduk Selamatkan Ribuan Penyu
Hampir setengah dari penduduk atau sekitar 13 juta orang menghadapi gangguan layanan air bersih. Pekan ini ratusan sistem air rusak akibat pembekuan. Austin, ibu kota Texas, kehilangan 325 juta galon atau 1,2 miliar liter air bersih saat pipa-pipa air pecah.