Pengamat Nilai Isu Kudeta Awalnya Dipakai Demokrat untuk Kerek Elektabilitas

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Rabu 10 Maret 2021 22:36 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Okezone)
Share :

Sebelumnya, lanjut Ninoy, SBY membuat pernyataan yang justru menyatakan, Presiden Jokowi, BIN, Kapolri, Kemenkumham, Menko Polhukam, tidak terlibat dalam konflik Demokrat. Namun di pihak lain, Benny K Harman membuat hoaks yang bertujuan untuk membangun opini Polri nyatanya terlibat. Ini strategi komunikasi yang sangat terstruktur ala SBY.

“Cara-cara adu domba menyerang Kemenkumham, termasuk hoaks keterlibatan Polri yang dicuitkan oleh Benny K Harman, serta keterlibatan Istana, memiliki tujuan untuk memengaruhi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Dengan cara itu SBY berharap Yasonna tertekan secara psikologis, lewat opini publik yang terbangun, maka Yasonna akan membuktikan diri netral dengan cara menolak Demokrat Moeldoko. Grand strategi yang mudah dipahami,” pungkas Ninoy Karundeng.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya