Menurutnya, petir merupakan kilatan listrik di udara yang disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan yang bermuatan listrik positif (+) dan negatif (–). Petir mempunyai 3 tipe, yaitu dari awan ke awan, di dalam awan, dan dari awan ke bumi.
"Petir yang paling berbahaya bagi kehidupan di bumi adalah dari awan ke bumi. BMKG melaksanakan monitoring aktivitas sambaran petir di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan lightning detektor di 56 lokasi," tuturnya.
Baca Juga : Api Masih Terus Berkobar dalam Kebakaran Kilang Minyak Balongan
Monitoring itu, tambahnya, dilakukan menggunakan alat Lightning Detector dengan Resolusi alat monitoring BMKG efektif pada radius 300 Km. Alat monitoring ini terpasang di stasiun-stasiun BMKG, dan di Pulau Jawa terdapat 11 stasiun monitoring aktivitas petir dari Banten hingga Jawa Timur.
Baca Juga : Kebakaran Kilang Minyak Balongan Diduga Akibat Kebocoran Tangki
(Erha Aprili Ramadhoni)