JAKARTA - Korlantas Polri kembali menambah pos penyekatan PPKM Darurat dari Lampung sampai Bali pada hari ini, Kamis (15/7/2021), Dengan adanya penambahan tersebut, saat ini jumlah pos penyekatan sebanyak 1.038 titik.
Jumlah terbaru tersebut bakal mulai berlaku pada esok hari. Diketahui, dari catatan pos penyekatan PPKM Darurat, dimulai dengan 400-an titik, lalu 651 titik dan 998 titik. Kini ditambah lagi menjadi 1.038
"Ya, bertambah jadi 1.038," jata Kakorlantas Irjen Istiono saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (15/7/2021).
Istiono menjelaskan, penambahan penyekatan diperlukan supaya polisi bisa lebih membatasi pergerakan masyarakat selama masa PPKM Darurat ini.
"Alasannya mobilitas lebih bisa kami batasi. Hanya sektor esensial dan kritikal saja yang bergerak," ujar Istiono.
Sementara itu, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudi Antariksawan mengungkapkan, 86 lokasi penyekatan tersebar di jalan tol, lalu tujuh lokasi penyekatan di pelabuhan, dan 945 lokasi penyekatan di jalan nontol.
Dari data yang diterima, penyekatan paling banyak dilakukan di Jawa Barat (Jabar) yakni sebanyak 353 titik. Penyekatan itu terdiri atas 21 titik di jalan tol dan 332 lokasi di jalan nontol.
Kemudian, polisi menyiapkan penyekatan di Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 271 titik penyekatan dan Jawa Timur (Jatim) dengan 209 titik.
Banten menjadi provinsi dengan titik penyekatan paling sedikit pada kesempatan kali ini. Rudi mengatakan hanya ada 20 titik penyekatan di Banten.
Baca Juga : Klaster Perkantoran Jadi Penyumbang Kasus Covid-19, Anies: Sidak Jalan Terus!
Adapun berikut adalah daftar provinsi dengan titik penyekatan yang disiapkan:
1. Lampung: 21 lokasi (2 lokasi di jalan tol, 17 lokasi di jalan non tol, 2 lokasi di pelabuhan)
2. Banten: 20 lokasi (2 lokasi di jalan tol, 17 lokasi di jalan non tol, 1 lokasi di pelabuhan)
3. Metro Jaya: 100 lokasi (15 lokasi di jalan tol, 85 lokasi di jalan non tol)
4. Jabar: 353 lokasi (21 lokasi di jalan tol, 332 lokasi di jalan non tol)
5. DIY: 23 lokasi (semua di jalan non tol)
6. Jateng: 271 lokasi (27 lokasi di jalan tol, 244 lokasi di jalan non tol)
7. Jatim: 209 lokasi (19 lokasi di jalan tol, 189 lokasi di jalan non tol, 1 lokasi di pelabuhan)
8. Bali: 41 lokasi (38 lokasi di jalan non tol, 3 lokasi di pelabuhan).
(Erha Aprili Ramadhoni)