Berikutnya, potensi adanya aliran dan guguran lava yang mengarah ke sekitar puncak atau di dalam kawah Rokatenda. Apabila erupsinya membesar, maka kemungkinan lava akan mengalir lebih jauh dari pusat erupsi dan cenderung akan mengalir ke sektor barat daya dan timur dengan jarak jangkau maksimum 1 sampai dengan 1,5 km dari pusat erupsi.
Terakhir, KRB III juga berpotensi terjadi material lontaran dan hujan abu lebat. Rekomendasi PVMBG apabila terjadi erupsi besar, radius sektoral sebaran material lontaran batu pijar berukuran lebih dari 6 cm, dan hujan abu lebat hingga radius 2 km dari pusat erupsi.
Gunung api di Pulau Palue atau di utara Pulau Flores ini berada di wilayah administrasi Kecamatan Awa, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Palue memiliki luas 41 km2 atau 2,37 persen dari luas wilayah Kabupaten Sikka. Populasi penduduk pulau berjumlah 9.442 jiwa yang tersebar di 6 desa.
Gunung Rokatenda atau Gunung Paluweh ini merupakan salah satu gunung api dari total 127 gunung aktif yang berada di wilayah Indonesia. Aktivitas vulkaniknya berada pada tingkat II atau ‘Waspada.’ Secara umum, definisi tingkat ‘Waspada’ berarti suatu gunung api memiliki potensi peningkatan kapasitas aktivitas dan ancaman bahaya erupsi di sekitar kawah.
"Terkait risiko, BNPB mengidentifikasi sebanyak 3,9 juta populasi penduduk yang tersebar di 18 provinsi berpotensi terpapar bahaya erupsi gunung api. Untuk memberikan pemahaman terhadap kesiapsiagaan dan keselamatan menghadapi bahaya letusan gunung api, masyarakat dapat mengakses buku saku Tanggap, Tangkas, Tangguh pada tautan berikut ini https://loker.bnpb.go.id/s/aerqq4dMPYe8ssn," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)