Bangunan Madrasah di Cirebon Ambruk Diterjang Angin Kencang

Fathnur Rohman, Jurnalis
Senin 30 Agustus 2021 14:19 WIB
Bangunan madrasah di Cirebon, Jawa Barat ambruk (Foto: Fathnur Rohman)
Share :

CIREBON - Angin kencang menerjang wilayah Desa Kaliwulu, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Akibatnya, ruangan di Madrasah Diniyah Takmaliyah Ula Nuurul Jabbar ambruk.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sebab, kegiatan belajar mengajar (KBM) di madrasah ini sedang diliburkan.

Baca Juga:  Angin Kencang Landa NTT, BMKG Imbau Warga Waspada Gelombang Tinggi

Ruang kelas yang dipakai oleh siswa kelas VI DTA ini ambruk pada Minggu, 29 Agustus 2021 kemarin. Untuk menghindari kejadian serupa, pihak yayasan terpaksa mengosongkan ruangan tersebut dan dua ruangan lainnya.

"Kejadian pukul 16.00 WIB, 29 Agustus kemarin. Allhamdulillah tidak ada kegiatan. Karena KBM sampai hari Sabtu. Ini dihuni kelas VI DTA. Ada dua ruangan yang dikosongkan. Khawatirnya akan merambat ke bangunan lainnya," kata Ketua Yayasan Nuurul Jabbar, Fadly Assalam kepada MNC Portal Indonesia, Senin (30/8/2021) siang.

Sebelum ambruk, ruang kelas VI DTA di Madrasah Nuurul Jabbar kondisinya cukup memprihatinkan. Sebagian kayu penyangga pada atap bangunan sudah lapuk dimakan rayap. Meski tidak layak, bangunan tersebut masih dipakai untuk kegiatan belajar siswa.

Selain itu, kata Fadly, didekat ruang kelas tersebut terdapat beberapa pohon bambu. Bila ada angin kencang, atap tersebut sering tertimpa pohon bambu yang roboh.

"Kondisi (kayu) sudah keropos semuanya, kena rayap dan tidak layak digunakan. Ambruk akibat angin kencang, karena lagi musim kemarau. Ditambah dekat aliran sungai yang deras. Juga ada pohon bambu juga," ujar Fadly.

Fadly melanjutkan, bangunan madrasah didirikan sekitar tahun 1990 dan baru direnovasi pada tahun 2010. Meski demikian, bangunan tersebut mudah ambruk karena kondisi kayunya sudah lapuk.

"Dari pekerja juga sudah tidak mampu memperbaikinya. Kita sempat menyanggahnya menggunakan tongkat kayu. Direnovasi baru satu kali waktu tahun 2010," tuturnya.

Baca Juga:  Hujan dan Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Pangandaran Jawa Barat

Ia menambahkan, pihaknya saat ini mengalihkan kegiatan KBM ke ruangan lain. Sedangkan, ruang kelas yang ambruk akibat angin kencang dikosongkan untuk sementara.

"Untuk kegiatan belajar, kita alihkan ke ruangan lain," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya