2. Sesar Baribis
Sesar Baribis merupakan sesar utama di utara Jawa Barat. Dari hasil penafsiran foto udara dan citra landsat, diketahui di bagian utara dijumpai adanya kelurusan regional yang arahnya barat laut tenggara. Arah kelurusan ini selanjutnya menerus ke arah tenggara.
Di daerah Kadipaten, yaitu tepatnya di Desa Baribis, ditemukan sejumlah bidang sesar dan struktur sesar minor yang memotong tubuh batu-gamping. Gempabumi yang cukup signifikan yang bersumber dari sesar ini adalah gempabumi tahun 1862 di Karawang.
3. Sesar Lembang
Sesar Lembang yang letaknya di utara Bandung, membentang sepanjang kurang lebih 30 km dengan arah barat-timur. Sesar ini berjenis sesar mendatar (strike slip) dengan sedikit ada komponen vertikal. Gawir sesar Lembang dapat diamati dengan baik di daerah Cibodas yaitu sekitar 3 km ke arah timur dari Maribaya. Walaupun gawir sesarnya berkembang baik namun tidak ditemukan adanya jejak-jejak pergeseran berupa cermin sesar. Salah satu bukti adanya jalur sesar di lokasi ini adalah berkembangnya struktur kekar pada batuan beku andesitik dengan intensitas yang sangat tinggi.
Gempabumi akibat sesar lembang pernah terjadi pada tahun 28 Agustus 2011 terjadi Gempa bumi yang berkekuatan M 3,3 pada kedalaman yang sangat dangkal hingga mengakibatkan dampak signifikan. Gempa yang terjadi saat itu, merusak 384 rumah warga di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kemudian terjadi lagi gempa bumi 14 dan 18 Agustus 2017. Gempa juga dirasakan di jalur sesar aktif tersebut pada 14 Agustus 2017 berkekuatan M 2.8, dan pada 18 Agustus 2017 dengan kekuatan M 2.9.