Cerita Peserta Sunat Massal Wing 1 Paskhas dan MNC Peduli Baca Alquran Saat Dikhitan agar Tak Sakit

Riezky Maulana, Jurnalis
Kamis 07 Oktober 2021 13:31 WIB
Peserta sunatan massal (Foto: MNC Portal)
Share :

JAKARTA - Setiap acara khitanan atau sunatan massal selalu ada cerita yang menggelitik perut. Salah satunya saat acara khitanan massal gratis yang diselenggarakan oleh Wing 1 Korps Paskhas bekerja sama dengan MNC Peduli, Kamis (7/10/2021).

Kegiatan sunatan massal ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-74 Korps Paskhas TNI AU yang jatuh pada 17 Oktober mendatang. Didampingi orang tuanya, sebanyak 100 anak yang terdiri dari masyarakat sekitar dan para prajurit TNI AU mengantre di Batalyon Komando 461 Paskhas TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Dari enam bilik tenda, bisa dihitung jari anak-anak yang keluar dengan tenang tanpa mengeluarkan air mata lantaran meringis kesakitan. Teriakan-teriakan juga menggema seisi ruangan.

Beberapa orang tua ambil bagian untuk menemani anaknya saat menjalankan proses sunat. Ada yang mendekap dengan erat, ada pula yang membacakan ayat suci Alquran agar sang anak tenang.

Baca juga: HUT ke-74 Paskhas, MNC Peduli Gelar Sunatan Massal dan Bagikan Sembako

Tak jarang para orang tua mengiklaskan handphone-nya dipegang oleh sang anak sebagai pengalih rasa sakit. Salah satunya adalah Suryaningsih (39), warga Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Dia rela handphone kesayangannya dipegang oleh sang anak bernama Octaviandi Utama Kautsar yang berusia 11 tahun. "Saya sih biar dia enggak nangis atau ngerasa ada sakit gitu, saya kasih main handphone," jelas Ningsih di lokasi.

Baca juga: Anak Binaan Yayasan KDM Senang Ikuti Pemeriksaan Mata MNC Peduli

Ningsih sendiri hanya menunggu di luar bilik dan tak ikut masuk menemani sang anak. Dia sendiri mengaku memiliki rasa tidak tega melihat anaknya berteriak meringis kesakitan.

"Saya enggak tega mau deketin Octa ke dalam. Padahal sebelumnya kan sudah saya bilang, sunat enggak sakit," ungkapnya.

Ketika selesai disunat Octa mengaku tidak takut sama sekali. Dia juga tak merasakan sakit sebab sudah disuntik bius penghilang rasa terlebih dulu. "Enggak sakit sih sebenarnya. Cuma tadi aku nangis karena takut aja," katanya.

Octa mengaku selama proses sunat diminta oleh sang ibu untuk istigfar dan membaca surat-surat pendek di Alquran guna menghilangkan rasa sakit. Menurut dia, dokter yang menanganinya rajin menenangkan dengan memberi analogi disuntik seperti digigit semut.

Baca juga: MNC Peduli dan Essilor Gelar Pemeriksaan dan Pembagian Kacamata Gratis di Bekasi

"Kata ibu disuruh tarik nafas sama baca Alquran. Terus kata Pak Dokter cuma kayak digigit semut, enggak sakit. Octa juga enggak boleh banyak gerak nanti," paparnya.

Peserta lain, bernama Raka (8) mengaku mengikuti acara sunat massal atas kemauannya sendiri. Tanpa ada rasa takut, dia diantar ke lokasi dengan ibu dan bapaknya. "Aku mau sunat sendiri, berani. Tadi sama sekali enggak degdegan," ujar Raka.

Baca juga: Bhayangkari Cabang Boyolali dan MNC Peduli Imbau Warga Sadar Prokes

Setelah ini, dia mengaku akan meminta hadiah kepada orangtuanya berupa sepeda dan lego. Menurut dia, hal itu sebagai bentuk apresiasi yang diberikan atas keberaniannya. "Mau minta sepeda abis ini, sama mainan lego ke ayah," jelas Raka.

Isnurwanto, ayah Raka mengucapkan terima kasih atas gelaran sunatan massal yang digelar oleh Wing 1 Paskhas bekerja sama MNC Peduli. Dia berharap, selepas dari kegiatan ini anaknya bisa sehat dan beraktivitas normal kembali.

"Saya dapat informasi dari saudara saya kalau ada sunatan massal di sini. Terima kasih untuk Paskhas dan MNC Peduli atas kegiatan yang dilakukan. Ya semoga anak saya lekas pulih dan selalu sehat," ujar Isnurwanto.

Baca juga: Relawan Oemah Sedekah dan MNC Peduli Ajak Warga Kendal Patuhi Prokes

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya