Presiden Michel Aoun bersumpah bahwa mereka yang bertanggung jawab atas penembakan pada Kamis akan dimintai pertanggung jawaban. Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Aoun mengatakan bahwa penggunaaan senjata sebagai “sarana komunikasi” antara faksi yang bersaing di Lebanon tidak dapat diterima.
Tentara dikerahkan secara besar-besaran di daerah sekitar Teyouneh dan mengatakan akan melepaskan tembakan ke setiap orang bersenjata di jalan. Setidaknya sembilan orang telah ditangkap pihak keamanan, termasuk seorang warga Suriah.
Kekerasan tersebut adalah yang terburuk sejak 2008, ketika para pengikut pemerintah yang dipimpin Sunni bertempur di Beirut dengan orang-orang bersenjata yang setia kepada Hizbullah. Hizbullah mengambil alih jalanan sampai pemerintah mencabut keputusan yang mempengaruhi kelompok tersebut.
(Rahman Asmardika)