Selain melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, penyidik juga memeriksa fisik bus Transjakarta. Dia mengatakan, pengecekan fisik dilakukan bersama tim dari Korlantas Polri.
Pengecekan dilakukan dengan menggunakan sejumlah alat canggih yakni 3D. "Alat 3D laser scanner salah satunya," jelasnya.
Dia mengatakan, pihaknya melakukan cek fisik untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang mengakibatkan 33 orang menjadi korban.
"Ini membantu penyidik menentukan penyebab kecelakaan dalam bentuk video. Alat itu mengrafikkan sendiri. Seolah olah kayak animasi visual," pungkasnya.
(Awaludin)