JAKARTA - Menjelang tahapan Pemilu 2024, partai politik berlomba-lomba memperkenalkan calon kandidatnya yang berpeluang maju Pemilihan Umum Presiden (Pilpres). Termasuk salah satunya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
(Baca juga: Muhaimin Iskandar Mulai Tebar Sinyal Maju di Pilpres 2024)
Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Salim Segaf Al-Jufri mengatakan tugas partainya menempatkan dirinya sebagai tokoh teladan dan bukan disiapkan untuk pencapresan seperti dulu dirinya sempat disandingkan dengan Prabowo Subianto.
(Baca juga: Megawati: Tak Ada Larangan Parpol Menang Pemilu Lebih dari 2 Kali!)
"Penokohan ini harus (penting). Untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas PKS, antara lain dengan memunculkan tokoh utama. Nah sayalah yang sekarang ditugaskan," ujar Salim Segaf Al Jufri.
Lebih lanjut ia menyebutkan peta Paslon dalam Pilpres 2024 masih sangat dinamis karena masing-masing parpol yang belum mencukupi presidential treshold harus berkompromi dengan parpol lainnya.
"PKS realistis saja. Syarat presidential treshold 20 persen. Suara PKS kemarin 8 persen. Itu juga yang harus ditingkatkan. Saya sudah keliling berbagai daerah sejak ditugaskan. Itu demi meningkatkan elektabilitas partai," tutur Salim Segaf Al-Jufri.
Apabila mendekati hari Pilpres 2024 dirinya belum memiliki elektabilitas baik, Salim Segaf Al-Jufri mengaku akan legowo apabila PKS mendukung sosok calon lainnya.