JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah DKI Jakarta kolaborasi menghadapi potensi bencana yang dipicu oleh adanya fenomena La Nina. Salah satu kolaborasi keduanya yakni dengan melaksanakan kegiatan gladi posko dan lapang di Gedung Pola Balaikota DKI Jakarta kemarin.
Kegiatan gladi posko dan lapangan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan dihadiri oleh Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan, Panglima Kodam Jaya, Direktur Kesiapsiagaan BNPB, BMKG, Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya, BPBD DKI Jakarta dan dinas terkait lain.
Baca juga: Banjir Rendam 5 Desa di Serdang Bedagai, 718 KK Terdampak
Pelaksanaan gladi posko dan lapang dilaksanakan secara hybrid pada 5 wilayah kota yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Bentuk kegiatan gladi posko dilaksanakan pada tingkat provinsi, kota administrasi dan kecamatan, sedangkan gladi lapang pada tingkatan kelurahan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyampaikan, bahwa pelaksanaan gladi ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta sebagai bentuk bukti nyata pemerintah terhadap kesiapsiagaan penanggulangan bencana banjir di DKI Jakarta serta meningkatkan sinergitas antara pemerintah pusat, daerah dan dinas terkait dalam menghadapi skenario terburuk di musim hujan pada masa pandemi Covid-19 di ibukota.
Baca juga: Sungai Batang Hari Leko Meluap, 390 Rumah di Musi Banyuasin Terendam Banjir
“Tiga hal yang harus diprioritaskan dalam penanggulangan bencana yaitu kesiagaan, tanggap, dan galang,” ucap Riza dalam keterangan yang diterima, Kamis (18/11/2021).
Sementara itu, beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta dalam mengantisipasi banjir di antaranya pertama, melakukan pengerukan sungai, waduk, situ dan selokan untuk memperbesar daya tampung air.