Kisah Anak Pengungsi dari Luar Negeri Sekolah di RI, Tak Bisa Bahasa Indonesia

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 20 November 2021 11:30 WIB
Kisah anak pengungsi masuk sekolah di Indonesia (Foto: BBC Indonesia)
Share :

Ia bercerita, ambisi anak bungsunya itu tak bisa dibendung. Tanpa pendidikan akan susah untuk Mina mengasah kemampuan dan mengejar cita-citanya.

"Di dunia ini setiap orang ingin mendapatkan ilmu pengetahuan. Begitu juga dia."

Setiap anak termasuk para pengungsi, katanya, harus memperoleh hak atas pendidikan: sekolah.

Sayangnya ketika pemerintah Indonesia membuka pintu kepada anak-anak pengungsi untuk masuk sekolah formal tak banyak yang mengikuti jejak Mina karena kendala bahasa.

"Ada banyak anak-anak pengungsi yang tidak bisa bersekolah, karena masalah bahasa. Dan itu menjadi masalah besar bagi kami," ujar perempuan 54 tahun ini.

Jauh sebelum kebijakan teranyar pemerintah Indonesia ini lahir, organisasi Internasional untuk Imigran atau IOM di Indonesia sebetulnya menyediakan kursus bagi anak-anak pengungsi selama tiga bulan.

Tetapi kata Mina, itu tidak cukup. Ia berkeras ingin menempuh pendidikan formal yang diakui negara.

Selain karena kangen diajari oleh guru, ia juga rindu memiliki teman sebaya di sekolah, dan belajar di dalam kelas.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya