Kisah Anak Pengungsi dari Luar Negeri Sekolah di RI, Tak Bisa Bahasa Indonesia

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 20 November 2021 11:30 WIB
Kisah anak pengungsi masuk sekolah di Indonesia (Foto: BBC Indonesia)
Share :

  • 'Kalau dia seperti saya, itu artinya ada masalah'

Di Pekanbaru, Riau, total ada 100 anak pengungsi yang belajar di sekolah formal. Catatan Dinas Pendidikan setempat, sebanyak lima anak duduk di Sekolah Menengah Pertama dan sisanya Sekolah Dasar.

Seratusan anak itu adalah gelombang pertama yang berhasil masuk ke sekolah formal di Indonesia di tahun 2019.

Bertahun-tahun sebelumnya, para keluarga pengungsi dan pencari suaka dilarang bekerja maupun sekolah sebab pemerintah Indonesia belum meratifikasi Konvensi 1951 dan Protokol 1967 tentang Pengungsi.

Tapi atas nama kemanusiaan, Muhammad Elyas Ibrahim dari Islamabad, Pakistan, diterima belajar di Sekolah Dasar Negeri 190 Pekanbaru.

Bocah laki-laki berusia 13 tahun ini sudah berada di Indonesia sejak tahun 2015. Konflik, perang, dan tingginya kasus kriminalitas di negaranya, membuat sang ibu memboyongnya ke sini, menyusul suaminya yang saat itu sudah dua tahun berada di Indonesia.

Di Pakistan, ia hanya sekolah sampai kelas 2 sekolah dasar dan tak pernah sekalipun merasa aman setiap kali pergi belajar. Suatu kali bom meledak di dekat sekolahnya.

"Susah untuk pergi sekolah. Perang, tidak aman," ujar Elyas.

Elyas, rindu pada teman-teman, guru, dan sekolah. Apalagi ketika melihat anak-anak di dekat rumahnya pergi sekolah.

Niat itu akhirnya ia sampaikan ke sang ayah.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya