"Yang sangat menganggu adalah irama jantung nya, kita coba atasi dengan obat-obatan yang kita berikan tapi sangat sulit untuk mengendalikan," sambungnya.
Pihak medis berupaya melakukan tindakan untuk mencari penyebab irama jantung tidak stabil, namun kondisi Haji Lulung makin memburu.
"Sembuh bisa 4 hari, tapi nanti timbul lagi. Sehingga tim memutuskan sesuatu, dengan inform concern yang baik terhadap keluarga untuk mencari sumber gangguan iramanya itu yang kita lakukan. Tapi dalam perjalanannya, sumber kelainannya ketemu, tapi pompa jantungnya semakin lama semakin tidak baik, sehingga keadaannya pada Pukul 10.50 WIB beliau dipanggil Yang Maha Kuasa," pungkas Dicky Fakhri.
(Qur'anul Hidayat)