Jokowi Ceritakan 'Juli Mencekam' Akibat Covid-19 Melonjak di Depan Kiai NU

Fahreza Rizky, Jurnalis
Rabu 22 Desember 2021 12:03 WIB
Presiden Jokowi/ Biro Setpres
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan kondisi mencekam akibat lonjakan kasus Covid-19 pada Juli 2021 lalu. Karena itu, ia tidak ingin Indonesia kembali ke kondisi tersebut.

(Baca juga: Jokowi: Terima Kasih NU yang Telah Mengawal Kebangsaan dan Toleransi)

Demikian diutarakan Jokowi saat membuka Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung Tengah. Di hadapan para kiai dan ulama pada ormas Islam terbesar di Indonesia itu, Kepala Negara memaparkan kolapsnya fasilitas kesehatan di Tanah Air akibat badai corona Juli lalu.

"Kita tahu di bulan Juli tepatnya pertengahan juli, 15 Juli kita berada pada posisi keadaan yang sangat mencekam. Ngeri saya kalau menceritakan," ujar Jokowi, Rabu (22/12/2021).

(Baca juga: Muktamar ke-34 NU, Partai Perindo Berharap Ketua PBNU Terpilih Solutif terhadap Dinamika Kehidupan Modern)

Jokowi memaparkan, pada Juli mencekam itu, semua rumah sakit di wilayah Jawa-Bali penuh. Kemudian oksigen di wilayah tersebut sangat kurang sehingga banyak nyawa yang tak terselamatkan. Tak sampai di situ, obat terapi Covid juga habis dan kekurangan.

"Kasus harian saat itu 56 ribu, 56 ribu, sehingga RS tidak cukup, tidak mencukupi. Di lorong-lorong RS semua pasien-pasien antre untuk bisa masuk ke ICU," ungkap dia.

Namun kini dia bersyukur kasus harian Covid-19 di Indonesia telah mulai melandai. Ini semua berkat dukungan dari NU di mana para kiai dan ulamanya proaktif mengajak umat menjaga protokol kesehatan serta mengajak vaksinasi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya