Rusia Prediksi Kebangkitan ISIS dan Khilafah 2.0 di Timur Tengah dan Afghanistan

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 30 Desember 2021 10:16 WIB
ISIS (Foto: Reuters)
Share :

RUSIA - Moskow, Rusia telah memperingatkan ancaman terorisme di wilayah yang tidak stabil di Timur Tengah (Timteng) dan Afghanistan masih tetap menjadi ancaman utama bagi keselamatan Rusia. Moskow berspekulasi bahwa kelompok radikal dapat memperoleh keuntungan di benua Afrika.

“Situasi untuk kontraterorisme tetap sangat tegang. Lingkungan tetap sulit di Suriah dan Irak, di mana faktor utama destabilisasi adalah penahanan zona de-eskalasi Idlib oleh kelompok-kelompok radikal dan kehadiran sel-sel ISIS dan Al-Qaeda,” terang Wakil Menteri Luar Negeri Oleg Syromolotov mengatakan kepada RIA Novosti pada Rabu (29/12).

Pejabat itu melanjutkan dengan menambahkan bahwa di Afrika, terutama di zona Sahara-Sahel, [Kementerian Luar Negeri Rusia] pada dasarnya dapat mengamati prasyarat untuk kebangkitan ‘kekhalifahan versi 2.0’ teroris di sana.

Syromolotov juga mengatakan bahwa Moskow memantau dengan cermat situasi di Afghanistan, saat ada ancaman teroris tingkat tinggi dari simpatisan ISIS dan Al-Qaeda yang telah menetap di sana setelah jatuhnya Kabul ke tangan Taliban musim panas ini. Dia memperingatkan bahwa ini menimbulkan risiko bagi Rusia dan negara-negara Asia Tengah.

Baca juga: Intel AS Ada Ancaman Teroris Baru yang Lebih Besar Selain Afghanistan

Seperti diketahui, ISIS, Al-Qaeda, dan Taliban ditetapkan sebagai organisasi teroris dan dilarang di Rusia.

Ibu kota Afghanistan, Kabul, direbut oleh kelompok pemberontak pada 15 Agustus setelah merebut sebagian besar wilayah negara itu. Setelah pengambilalihan tersebut, Moskow memposisikan dirinya sebagai perantara perdamaian di Asia Tengah, menjadi tuan rumah delegasi perwakilan politik dari Taliban.

Baca juga: Tiga Ledakan Bom Bunuh Diri Guncang Ibu Kota Uganda, ISIS Klaim Bertanggung Jawab 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya