Dari hasil pemodelan itu ditemukan fakta mengenai tsunami di wilayah Jawa Timur. Potensi tinggi maksimum tsunami pada seluruh pesisir, ada di Kabupaten Trenggalek dengan kisaran 26-29 meter.
Sedangkan, untuk waktu tercepat, tercatat diangka 20-24 menit pada Kabupaten Blitar.
Dwikorita juga menjelaskan mengenai peta distribusi gempa di Jawa Timur dalam periode 2008 hingga 2020. Tercatat ada ratusan titik gempa selama periode tersebut, yang ditandai dengan titik berwarna merah dan kuning.
Pada peta tersebut juga terlihat masih ada ruang kosong, yang merupakan zona bebas gempa sejak 2008. Menurut Dwikorita, ruang itu dinakaman zona seismik gap, yang patut diwaspadai keberadaannya.
“Karena zona itu belum melepaskan energi sebagai gempa, energi masih tersimpan di sana. Artinya baru siap-siap akan melepaskan energi,” tuturnya.
Energi besar yang telah lama terpendam dan sewaktu-waktu bisa keluar secara bersamaan menjadi kekhawatiran besar BMKG. Takut jika guncangan besar itu bisa memicu munculnya Tsunami di daerah Jawa Timur.