JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terkesan akan salah seorang pasukannya sewaktu dulu perang di Timor-Timur. Prajurit bernama Letnan Satu TNI Anumerta Siprianus Gebo itu mampur merayap sejauh 3-4 km untuk menembus kamp musuh.
Hal itu dikisahkan Prabowo dalam buku berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto”.
Prabowo dan Gebo bersama-sama pernah bertaruh nyawa saat konflik di Timor-Timur. Gebo saat itu adalah prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu (Yonif Linud 328/Dirgahayu) atau yang saat ini bernama Yonif Para Raider 328/Dirgahayu.
Menurut Prabowo, Letnan Siprianis Gebo merupakan lulusan Akabri angkatan 1985.
“Dia masuk Batalyon 328 pada saat saya sebagai Komandan Batalyon. Dia sebagai Komandan Peleton di Kompi A. Dia masuk ke Batalyon 328 pada akhir tahun 1987,” kenang Prabowo, seperti dikutip dari Sindonews, Jumat (31/12/2021).
Sejak awal, Gebo yang merupakan kelahiran Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini menunjukkan sifat keprajuritan yang menonjol. Saat operasi Batalyon 328 di Timor Timur pada Oktober 1988 hingga November 1989, Gebo menunjukkan keberaniannya sebagai prajurit TNI. Prabowo mengatakan, dalam berbagai kontak tembak, Gebo selalu berada di depan.
Hingga pada suatu saat, tim yang dipimpin Gebo menemukan jejak musuh. Ketika jejak itu diikuti, Gebo berhasil menemukan kamp yang merupakan tempat persembunyian para gerilyawan.
Baca Juga : Pesan Jenderal Wismoyo ke Prabowo: Ingat, Kamu Komandan Harus Dekat dengan Tuhan
Setelah mengamati dari jauh, Gebo memutuskan menyusup dan menyerang kamp tersebut dari dekat. Letnan Gebo kemudian memimpin 6 anak buahnya merayap sejauh ratusan meter. Letnan Gebo pun akhirnya berhasil masuk ke tengah-tengah kamp tempat persembunyian musuh.