Cerita Korban Banjir Bandang Jember, Terjebak di Dalam Mobil yang Hanyut

Antara, Jurnalis
Selasa 11 Januari 2022 06:30 WIB
Korban Banjir di Jember (Foto: Antara)
Share :

Empat Mahasiswa

Perjuangan menyelamatkan diri dari terjangan banjir bandang juga dialami empat mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember yang menyewa rumah di Perumahan Bumi Mangli Permai yang nyaris roboh diterjang banjir.

Muhajir menceritakan dinding rumah yang dikontraknya bersama teman-temannya ambrol, bahkan pagar dan atap samping rumah ambruk diterjang derasnya banjir bandang, sehingga banyak perabotan yang hanyut terbawa air.

Dua temannya berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke dinding pagar karena ketinggian air mencapai 130 cm, namun derasnya banjir bandang membuat dinding pagar tersebut ambruk, sehingga kedua temannya Yudi dan Kholil jatuh tersungkur dan mengalami luka ringan.

Tidak banyak yang bisa diselamatkan oleh mahasiswa UIN KHAS asal Kabupaten Probolinggo itu, bahkan buku-buku untuk skripsi dan kuliah juga hanyut dan rusak diterjang banjir bandang.

Ia bersama teman-temannya hanya menyelamatkan telepon genggam dan laptop, kemudian ditititpkan ke tempat penampungan barang di rumah warga yang lokasinya agak tinggi, bahkan sepeda motornya sempat terbawa arus puluhan meter.

"Kami sangat panik dan hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa selamat dari terjangan banjir bandang, sehingga tidak memikirkan barang-barang di dalam rumah," ujarnya.

Baginya, perjuangan untuk menyelamatkan diri dari banjir bandang menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi mahasiswa UIN KHAS Jember yang hidup di perantauan untuk menimba ilmu.

Mahasiswa semester 5 dan 7 tersebut sangat bersyukur bisa selamat dari banjir bandang yang membuat porak poranda kawasan Perumahan Bumi Mangli Permai.

Berdasarkan data BPBD Jember, banjir merendam sebanyak 543 rumah dengan 1.882 jiwa, mengakibatkan satu rumah rusak sedang, dan empat fasilitas umum rusak terdampak banjir bandang, serta tiga korban meninggal dunia karena hanyut di sungai (pasangan suami istri) dan satu orang mengalami kedinginan (hipotermia).

Banjir bandang menerjang tiga kecamatan yakni Kecamatan Kaliwates, Rambipuji, dan Panti, namun rumah warga yang terendam banjir bandang hanya di Kecamatan Kaliwates dan Rambipuji, sedangkan di Kecamatan Panti tercatat tiga korban meninggal dunia.

Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan penyebab banjir bandang yang menerjang perumahan di kawasan Kelurahan Mangli karena timbunan sampah dan adanya pendangkalan sungai, serta sendimen sungai yang tinggi, sehingga tidak mampu menampung debit air yang banyak hingga meluap ke permukiman.

Tumpukan sampah di pintu air Sungai Semangir yang menuju perumahan juga menjadi penyebab tersumbatnya aliran air, sehingga air meluap ke permukaan.

Ia juga menilai bahwa saluran irigasi Perumahan Bumi Mangli Permai masih belum tertata rapi yang menjadi penyebab banjir dan hal tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pengembang perumahan.

Hendy mengimbau kepada seluruh warga Jember untuk senantiasa menjaga kebersihan di musim hujan, terutama memastikan saluran air tidak tersumbat dan tidak membuang sampah ke sungai yang dapat berdampak menjadi sebuah bencana.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya