Polri menyatakan langsung melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, di antaranya pelapor pada 5 Januari. Selanjutnya, pada 6 Januari 2022, Bareskrim Polri resmi meningkatkan status Ferdinand Hutahaean ke tahap penyidikan. Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) juga dilayangkan ke Kejagung dan Ferdinand.
"Hasil gelar perkara memutuskan, menaikan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan," ucap Ramadhan di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis 6 Januari 2022.
Selain itu, kata Ramadhan, Bareskrim Polri juga telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang ahli dan lima saksi.
"Total 10 saksi. Lima saksi dan lima ahli, terdiri dari ahli bahasa, ahli sosiologi, ahli hukum pidana, ahli agama, dan ahli ITE," ujar Ramadhan.
Ketika SPDP dan peningkatan penyidikan, Ferdinand masih berstatus terlapor. Penyidik Bareskrim Polri pun menjadwalkan melakukan pemanggilan pada Senin 10 Januari 2022.
Di hari pemanggilannya, Ferdinand datang memenuhi pemeriksaan dari penyidik. Ia membawa riwayat kesehatannya dan pengacara saat menjalani proses hukum tersebut di Gedung Bareskrim Polri.