BANTEN - Seorang ibu hamil, di Pandeglang, Banten, terpaksa harus ditandu sejauh lebih dari tiga kilometer, dengan kain sarung saat akan dibawa ke puskesmas, untuk melahirkan.
Hal tersebut disebabkan jalan desa tidak bisa dilalui ambulan dan petugas. Beruntung ibu dan sang bayi berhasil selamat.
Warga Kampung Ciluluk, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, tampak berbondong menyelamatkan nyawa seorang ibu yang hendak melahirkan.
Seorang wanita yang tengah hamil tua, bernama Karsih (18), terpaksa harus ditandu warga dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer lebih, untuk sampai ke sebuah mobil ambulan.
Pemandangan seperti ini sudah lazim dilakukan warga, jika ada warga mereka yang sakit dan hendak melahirkan dan harus segera dibawa ke puskesmas. Warga terpaksa membuat tandu dari batang bambu dan kain sarung untuk membawa pasien.
Jalan rusak yang sudah berpuluh-puluh tahun tak pernah di bangun, membuat mobil ambulan kesulitan untuk mengakses jalan desa.
Menurut salah seorang petugas medis di puskesmas setempat, pasien tersebut terpaksa harus ditandu ke mobil ambulan karena mobil tersebut tidak bisa masuk ke pemukiman warga.