JAKARTA - Pada 1917, menyusul runtuhnya Kekaisaran Rusia karena Revolusi Bolshevik, Ukraina pemerintahan sementara serta memproklamirkan sebagai republik dalam struktur Federasi Rusia dan pada 25 Januari 1918 mendeklarasikan kemerdekaannya dengan nama Republik Sosialis Soviet Ukraina.
BACA JUGA: Penyebab Perang Rusia-Ukraina, Ini Latar Belakang Konflik Kedua Negara
Namun, pemerintahan negara baru ini mengalami kesulitan mulai dari aktivitas kontra revolusioner dalam negeri hingga oposisi Bolshevik. Setelah kekalahan Blok Sentral dalam Perang Dunia I, yang memaksa Jerman dan Austria menarik diri dari Ukraina, dan pecahnya perang saudara dari 1918 hingga 1920, Republik Sosialis Soviet Ukraina kemudian menjadi bagian dari Uni Soviet.
Ukraina pun ikut terseret dalam pusaran Perang Dunia II yang terjadi pada 1939-1945, hingga Perang Dingin pada 1947-1989.
Saat Uni Soviet mengalami kemunduran pada awal 1990-an, rakyat Ukraina mulai menyerukan kemerdekaannya dari pemerintahan komunis di Moskow.
BACA JUGA: Diakui Rusia Merdeka dari Ukraina, Ini Sejarah Republik Donbass
Pada 24 Agustus 1991, Dewan Agung Ukraina menyatakan bahwa hukum Uni Soviet tidak berlaku di Ukraina, yang menyiratkan bahwa Kiev tidak lagi mengakui kedaulatan hukum Uni Soviet di wilayahnya. Meski belum mendapatkan kemerdekaan secara de jure, namun secara de facto Ukraina telah memenuhi syarat untuk menjadi negara merdeka.