Begal hingga Tawuran Meningkat, Polda Metro Sebut Pelakunya Dibagi Jadi 3 Klaster

Carlos Roy Fajarta, Jurnalis
Jum'at 11 Maret 2022 18:24 WIB
Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)
Share :

JAKARTA - Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menyebutkan fenomena meningkatnya kasus gengster dan tawuran disertai pembegalan yang marak terjadi sebulan terakhir disebabkan tiga klaster utama.

Hal tersebut disampaikan Tubagus Ade Hidayat dalam ekspos kasus gengster Depok dan curas Bekasi di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (11/3/2022).

"Sebulan kita sering dihebohkan kasus begal di wilayah hukum Polda Metro Jaya khususnya di daerah aglomerasi seperti Bekasi Kota, Bekasi Kabupaten, Depok, dan Tangerang," ujar Tubagus Ade Hidayat.

Dari sana Kapolda memberikan atensi penuh. Setelah melakukan survei ke beberapa titik, bersama PJU melakukan analisa fenomena tersebut, di Bekasi viral di media sosial.

"Ada korban ustadz, tukang roti, tukang gorengan, brankas, ada korban anggota Brimob. Semua hampir terungkap. Dari atensi bapak Kapolda di beberapa titik dan data hasil pengungkapan sebagian besar didapatkan fakta bahwa semua pelaku di TKP terungkap rata-rata usia di bawah 20 tahun atau usia belasan tahun yang pekerjaan nya adalah pelajar," ungkap Tubagus Ade Hidayat.

Ia menyebutkan dari fakta bahwa hasil analisa pengungkapan kasus ini di bawah usia 20 tahun kita mengambil beberapa kesimpulan. Ada tiga klaster yang diungkap polisi.

"Kluster pertama adalah kluster penyakit masyarakat, kedua adalah kluster masalah kenakalan remaja, dan ketiga adalah kluster pelaku kriminal. Dari tiga kluster tersebut upaya penanggulangan dilakukan secara berbeda," kata Tubagus Ade Hidayat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya