Perang Rusia-Ukraina Perparah Krisis Kemanusiaan yang Terlupakan di Yaman

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 20 Maret 2022 18:30 WIB
Foto: Muslim Hands.
Share :

Houthis mengambil kesempatan gejolak ini dan menguasai semakin banyak wilayah. Mereka menolak tawaran berbagi kekuasaan dengan Hadi. Sementara kelompok pemberontak di selatan, Southern Transitional Council (STC) menginginkan kemerdekaan.

Kondisi memaksa Hadi melarikan diri ke Arab Saudi, tempat sekarang dia tinggal. Namun ia masih menjadi kepala pemerintahan yang diakui secara internasional.

Namun perang menyebar dan tak hanya melibatkan para pejuang di negara itu.

Pertempuran dan serangan udara terus terjadi di banyak bagian Yaman.

Krisis di Yaman 

Data resmi menunjukkan banyak keperluan darurat setelah lebih dari tujuh tahun perang di Yaman.

Kelaparan menyebabkan lebih banyak orang meninggal dibandingkan akibat pertempuran. Sekitar 80% penduduk Yaman yang berjumlah hampir 30 juta tergantung pada bantuan.

- Paling tidak 377.000 orang meninggal pada akhir 2021

- Lebih dari 10.000 anak meninggal atau terluka sejak dimulai perang pada akhir 2014

- Sekitar 17,4 juta orang perlu bantuan makanan (jumlah ini diperkirakan naik menjadi 19 juta pada akhir tahun ini)

- Lima juta orang berada di ambang kelaparan dan hampir 50.000 orang telah mengalami kelaparan

- Lebih dari empat juta orang mengungsi akibat konflik

Apakah ada upaya damai? 

Berbagai upaya damai untuk Yaman gagal namun upaya diplomatik untuk mencari penyelesaian masih berlangsung.

Menurut para pejabat, Dewan Kerja Sama Negara Teluk yang bermarkas di Saudi, Gulf Cooperation Council (GCC) merencanakan mengajak gerakan Houthi dan partai-partai lain yang bertikai di Yaman untuk berunding bulan ini di Riyadh.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya