Tahun lalu, pemerintah Inggris mengumumkan pengurangan bantuan signifikan ke Yaman menjadi USD115 juta tahun ini dari USD215 juta tahun lalu.
"Ini sangat memprihatinkan dan kami sekarang kehabisan dana," kata direktur eksekutif WFP, David Beasley dalam konperensi PBB pada 16 Maret.
"Jangan buat kami ambil keputusan antara mengambil makanan dari anak-anak di Ukraina ke anak-anak di Yaman," katanya.
Di lapangan, pengurangan dana menjadi masalah besar.
"Perang di Ukraina jelas akan mempengaruhi proyek bantuan kami, dan kami mungkin harus mengurangi dana," kata Abdul Rahman Hussein, direktur yayasan Muslim Hands di Yaman.
"Kami membagi 50.000 roti setiap hari di Yaman. Namun dengan naiknya harga dua kali lipat, kami perlu lebih banyak dana untuk bisa bertahan. Bila tidak kami harus menuutup sebagian pabrik roti kami," katanya.
"Dengan bencana di Ukraina, dunia mengalihkan perhatian lebih ke Ukraina dibandingkan ke negara ketiga seperti Yaman. Namun Yaman, tidak hanya dibiarkan dalam satu bulan terakhir, tapi dalam tujuh tahun terakhir."
(Rahman Asmardika)