UKRAINA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada lebih dari 70 serangan terpisah terhadap rumah sakit (RS), ambulans, dan dokter di Ukraina dengan jumlah yang meningkat setiap hari.
WHO mengatakan penargetan fasilitas kesehatan telah menjadi bagian dari strategi dan taktik perang modern.
Sejak 24 Februari lalu, WHO telah meninjau dan memverifikasi 72 serangan terpisah terhadap fasilitas kesehatan di Ukraina yang menyebabkan sedikitnya 71 kematian dan 37 cedera.
Sebagian besar serangan Rusia telah merusak rumah sakit, transportasi medis, dan toko persediaan, tetapi WHO juga telah mencatat "kemungkinan" penculikan atau penahanan staf layanan kesehatan dan pasien.
Baca juga: Pasukan Rusia Serang RS Jiwa Ukraina, Gubernur Kharkiv Sebut sebagai Genosida!
"Kami khawatir jumlah ini meningkat setiap hari," kata perwakilan WHO di Ukraina Jarno Habicht kepada BBC.
"Fasilitas kesehatan harus menjadi tempat yang aman bagi dokter dan perawat, tetapi juga pasien untuk berobat. Ini seharusnya tidak terjadi,” lanjutnya.
Baca juga: Pasukan Rusia Serang RS Jiwa Ukraina, Gubernur Kharkiv Sebut sebagai Genosida!
Korban terbaru pada 8 Maret adalah rumah sakit pusat yang baru direnovasi di Izyum, selatan Kharkiv.