Para peserta membahas tentang meningkatnya tantangan terhadap kebebasan berserikat dan berekspresi serta sepakat bahwa organisasi masyarakat sipil dalam bentuk yang baru dan dipimpin oleh generasi baru yang mahir dalam berbagai bentuk komunikasi dan media sosial baru harus muncul.
Sejak 1998, Indonesia telah menikmati demokrasi yang dinamis; namun, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami kemajuan yang lebih lambat dalam menerapkan prinsip- prinsip demokrasi. OMS Indonesia telah berkontribusi dan mendapat manfaat dari pencapaian kunci dalam demokrasi, serta sangat mendukung demokrasi dan otonomi daerah. Para peserta forum membahas apa yang dapat dilakukan oleh masyarakat sipil dan OMS untuk membangun demokrasi yang lebih kuat.
“Pemerintah punya keterbatasan dalam menuntaskan pemberdayaan politik. Perlu pemberdayaan yang masif untuk membekali masyarakat dengan pemahaman dan pengetahuan (tentang keberagaman). Organisasi Masyarakat Sipil memiliki peran penting yang fokus pada kemajuan demokrasi di indonesia. Kemendagri mencatat ada lebih dari 430.000 OMS. Dapat kita bayangkan begitu besarnya potensi Ormas dalam berkolaborasi mewujudkan demokrasi yang inklusif dan efektif,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Amerika Serikat terus mendukung Indonesia yang terus mengayomi, dan menyokong, peran penting masyarakat sipil dan OMS dalam menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi yang adil, toleran, sejahtera, dan inklusif.
(Rahman Asmardika)