Profil Buya Syafii Maarif, Tokoh Muhammadiyah yang Menolak Menyerah Meski Sempat Putus Sekolah

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 27 Mei 2022 11:08 WIB
Buya Syafii Maarif meninggal dunia. (Foto: Dok Okezone.com)
Share :

Buya Syafii selama kuliah sempat menggeluti beberapa pekerjaan untuk melangsungkan hidupnya. Ia pernah menjadi guru mengaji dan buruh sebelum diterima sebagai pelayan toko kain pada 1958. Setelah kurang lebih setahun bekerja sebagai pelayan toko, ia membuka dagang kecil-kecilan bersama temannya, kemudian sempat menjadi guru honorer di Baturetno dan Solo.

Selain itu, ia juga sempat menjadi redaktur Suara Muhammadiyah dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia.

Melansir dari Tokoh.id, berikut karier, organisasi serta buku yang pernah ditulis Buya Syafii.

Karir:

Guru desa di Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Dosen Sejarah dan Kebudayaan Islam di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (1964-1972)

Asisten Dosen Sejarah Asia Tenggara IKIP Yogyakarta (1967-1968)

Dosen Sejarah Asia Barat Daya IKIP Yogyakarta (1968-1976)

Dosen senior (paruh waktu) Sejarah dan Kebudayaan Islam IAIN Kalijaga (1983-1990)

Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1983-1990)

Anggota Kelompok Pemikir Masalah Agama Departemen Agama (1984-kini)

Profesor tamu di University of Iowa, AS (1986)

Dosen senior (paruh waktu) di UII Yogyakarta (1984-1990)

Dosen senior (paruh waktu) Sejarah Ideologi Politik Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta (1987-1990)

Dosen senior (pensyarah kanan) di Universitas Kebangsaan Malaysia (1990-1994)

Dosen senior Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (1992-1993)

Profesor tamu di McGill University, Kanada (1992-1994)

Profesor (Guru Besar) Filsafat Sejarah IKIP Yogyakarta (sejak 1996)

Guru Besar IKIP Yogyakarta (1996-sekarang)

Guru Besar Pascasarjana IAIN Yogyakarta (1996-sekarang)

Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI (1999-2003)

Organisasi:

Anggota Muhammadiyah (1955-kini)

Anggota HMI (1957-1968)

Pengurus HMI Surakarta (1963-1964)

Ketua Umum PP Muhammadiyah (1999-2000 dan 2000-2005)

Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP).

Pendiri Maarif Instutute (2002)

Pendiri Gerakan Integritas Nasional (GIN), bersama Salahuddin Wahid, Natan Setiabudi, Bambang Ismawan, Putut Prabantoro, Kasturi Sukiadi, Pami Hadi, Wisjnubrolo, Thresia Kristiani, Sudrajad dan Teguh Santosa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya