Sosok almarhum juga merupakan contoh betapa pentingnya ilmu sejarah. Pasalnya, di mata Kang Maman, Mbah Dim merupakan tokoh yang memiliki ingatan luar biasa.
Almarhum, jelas dia, ingat detail bagaimana Islam disebarkan, juga Indonesia didirikan. "Mbah Dim begitu runut saat mengisahkan peristiwa itu, bahkan ia hafal betul nama orang per orang, tempat, dan juga waktu kejadian," ujar dia.
Mbah Dim adalah sosok yang sangat mengayomi, terutama kepada anak-anak muda. Sikapnya yang rendah hati, tetapi penuh kharismatik menjadi panutan bagi semuanya.
"Sekali lagi bangsa Indonesia kehilangan sosok ulama besar yang kharismatik, sosok yang mengayomi seperti Mbah Dim," pungkasnya.
(Arief Setyadi )