JERMAN - Pengungsi Muslim asal Suriah yang mengungsi ke Jerman tujuh tahun lalu jatuh cinta dengan bangunan gereja Katedral bersejarah yang ada di kota Cologne. Ia pun mengekspresikan kecintaannya itu dengan membuat ukiran miniatur katedral setinggi dua meter, yang menurutnya membawa pesan pemersatu.
Ketika pengungsi Suriah Fadel Alkhudr tiba di Jerman tahun 2015, hal pertama yang ia lihat setelah turun dari kereta di kota Cologne adalah bangunan katedral megah kota itu.
Alkhudr, 42, sangat terpesona oleh katedral bergaya Gotik yang terkenal dengan menara kembar dan ornamen rumitnya itu. Ia lantas menghabiskan waktu berjam-jam memandangi bangunan yang terletak di tepi Sungai Rhine itu, mengambil fotonya, menggambar sketsanya dan pada akhirnya mulai membuat replika ukiran kayunya.
Baca juga: Maya Ghazal: Diaspora Suriah yang Ditolak Banyak Sekolah, Berakhir Sebagai Pilot di Inggris
Selama lebih dari dua tahun – atau sekitar 5.000 jam, kata Alkhudr – dirinya mengerjakan miniatur katedral setinggi dua meter itu di ruang bawah tanah kecilnya yang ia sulap menjadi studio di daerah Kalk, Cologne.
Baca juga: Pengungsi Suriah di Lebanon Tersiksa dengan Harga Roti yang Meroket
Alkhudr, yang seorang Muslim, mengaku merasakan hubungan yang sangat dekat dengan gereja Katolik itu, sampai-sampai ia merasa bangunan itu menjadi bagian dari dirinya.
Pria asal Suriah itu mempelajari profesi seni ukir dari sang ayah sejak berusia 13 tahun. Ia kemudian mengungsi ke kota Cologne, Jerman, setelah bisnis ukiran kayu milik keluarganya di Aleppo luluh lantak dalam perang di Suriah. Ia juga mengaku bahwa ia sering ditanya apakah terasa aneh mendedikasikan diri pada gedung katedral terkenal Jerman sebagai seorang Muslim.