Kisah Pengungsi Muslim Suriah Pahat Miniatur Gereja Katedral di Jerman, Jatuh Cinta dan Terpesona dengan Bangunan Bersejarah

Susi Susanti, Jurnalis
Senin 11 Juli 2022 12:22 WIB
Pengungsi muslim Suriah membuat pahatan miniatur Gereja Katedral di Jerman (Foto: AP)
Share :

“Tidak sama sekali,” jawabnya, dikutip VOA. Da mengatakan dirinya tumbuh besar di kota Aleppo sebelum perang terjadi sudah memiliki banyak teman-teman beragama Islam maupun Kristen. Selain itu, pelanggan toko ukiran kayunya pun berasal dari latar belakang agama yang berbeda-beda.

“Ketika kami di Aleppo, kami punya tetangga umat Kristen dan pelanggan toko kami pun ada yang Kristen, jadi tidak ada masalah antara masjid dan gereja. Tetangga kami Kristen, sementara kami Muslim. Kami terbiasa mengundang satu sama lain untuk berkunjung ke rumah dan semuanya baik-baik saja. Itu sebabnya saya juga tidak ada masalah dengan katedral Anda. Katedral Anda telah menjadi teman saya selama lima tahun. Itu waktu yang cukup lama loh," lanjutnya kepada Associated Press.

Alkhudr adalah satu dari lebih dari satu juta migran asal Suriah, Irak dan Afghanistan yang mengungsi ke Jerman pada 2015, melarikan diri dari peperangan, kehancuran dan kemiskinan di kampung halaman mereka. Ia mulanya bekerja serabutan di negara itu, lalu memboyong keluarganya pada tahun 2017. Pada tahun 2019, ia mulai fokus membuat miniatur katedral. Ia berharap nantinya bisa bekerja di Jerman sebagai seorang seniman ukir.

Untuk membuat miniatur itu, Alkhudr membeli kayu beech dan menggunakan perkakas berusia 50 tahun warisan sang ayah yang ia bawa dari Suriah. Setelah rampung, miniatur itu memiliki dimensi tinggi dan panjang sepanjang dua meter dengan lebar 1,4 meter.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya