Ini Penyebab Warteg di Simprug Golf 2 Selamat dari Kebakaran

Ari Sandita Murti, Jurnalis
Rabu 24 Agustus 2022 17:41 WIB
(Foto: Tiktok @kangdenii_)
Share :

JAKARTA - Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Simprug Golf 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Namun, ada bangunan warteg yang masih tampak utuh pasca kebakaran itu.

Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Deni Andreas pun mengungkapkan, penyebab warteg tersebut tak terbakar. Yakni, karena terkompartemenisasi.

"Karena terkompartemenisasi sehingga terlindungi dari potensi rambatan (api). Coba lihat bangunan yang melindungi warteg itu, bangunannya konstruksinya apa, sebelah kirinya konstruksinya apa, sampai ke atas konstruksinya apa, itu konstruksinya bata (hebel)," ujar Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Deni Andreas pada wartawan, Rabu (24/8/2022).

BACA JUGA:Viral Warteg Kokoh di Tengah Kebakaran, Warga: Bangunannya Pakai Hebel Lainnya Semi Permanen 

Menurutnya, warteg di Simprug Golf 2, yang viral lantaran satu-satunya bangunan utuh pasca terjadinya kebakaran bisa dijelaskan dengan ilmu kompartemenisasi kebakaran. Adapun warteg itu material semua bangunannya dibuat menggunakan bata ringan atau dikenal hebel di semua sisinya.

"Nah, kenapa disitu ada bangunan? Dia mengkompartemenisasi sendiri bangunannya. Coba lihat bangunan lain yang terbakar di sekitarnya. Dia konstruksinya apa? Mendekati tingkatnya itu pakai kayu. Beda kan sama bangunan (warteg) itu kan?" tuturnya.

BACA JUGA:Sudin Dukcapil Jaksel Cetak 175 Dokumen Pengganti Warga Terdampak Kebakaran di Simprug Golf 2 

Pria yang turut melakukan pemadaman di Jalan Simprug Golf 2 itu menerangkan, bata ringan atau hebel yang dibangun di semua sisi warteg itu membuat bangunan warteg menjadi terkompartemenisasi dan terlindungi dari api saat terjadinya kebakaran. Berbeda dengan bangunan lainnya selain warteg yang dibangun tanpa adanya kompartemenisasi atau bangunnya tak semua menggunakan material hebel, malah umumnya bangunannya mengunakan kayu atau semi permanen.

"Nah, itulah contoh permukiman yang rawan kebakaran karena tak ada terkompartemenisasi di sekian meter perseginya atau setiap bangunan," jelasnya.

Deni menambahkan, permukiman warga di Jalan Simprug Golf 2 sejatinya tak terkompartemenisasi secara baik sehingga rawan terjadinya kebakaran. Saat terjadi kebakaran, potensi rambatannya sangat tinggi dan luas, meski begitu saat Sudin Gulkarmat Jaksel melakukan pemadaman di lokasi, petugas berhasil menyelamatkan bangunan rumah warga di bagian ujung Selatan dan Utara.

"Ada teorinya kebakaran itu, rambatan kebakaran itu istilahnya ada hit transfernya, ada transfer panas melalui radiasi, melalui konduksi, melalui konveksi, tergantung material bahan bakar yang ada disekitarny. Karena bangunan warteg itu pakai bata ringan atau hebel, itu kan dia ada fire pointnya, ada sifat bakarnya yang tak tercapai," katanya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya