3. Suharso Punya Kekayaan Rp73 Miliar
Menilik laman resmi elhkpn.kpk.go.id, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional tersebut tercatat memiliki harta kekayaan Rp73.064.251.480 (Rp73 miliar). Harta kekayaan itu dilaporkan Suharso pada 29 Maret 2022 untuk periodik 2021.
Dalam laporannya, Suharso tercatat memiliki aset berupa delapan tanah dan bangunan senilai Rp91,87 miliar. Tanah dan bangunannya tersebut tersebar di Tasikmalaya, Jakarta Selatan, Bandung, dan Bogor.
Suharso juga tercatat memiliki lima kendaraan senilai Rp6,03 miliar. Kendaraannya tersebut berupa mobil Jaguar XJL2.0, mobil Toyota Alphard, mobil Lexus Jeep, mobil Lexus LX570 Sport dan mobil Toyota Toyota Crown Roy Sal.
Selain itu, Suharso juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp1 miliar. Dalam laporannya, dia tidak memiliki surat berharga maupun harta lainnya. Tapi, Suharso memiliki kas dan setara kas senilai Rp1,05 miliar.
Suharso ternyata tercatat juga memiliki utang sebesar Rp26,9 miliar. Jika diakumulasikan, total harta kekayaan Suharso secara keseluruhan mencapai Rp73.064.251.480 (Rp73 miliar).
4. Bagaimana Posisi Suharso di Kabinet Jokowi?
Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai bahwa setelah dicopot sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), namun posisi Suharso Monoarfa sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tetap aman.
Mengingat, kata Herry, pencopotan menteri berada di tangan presiden. Sedangkan menurutnya, pemberhentian Suharso sebagai ketum PPP karena memiliki masalah internal partai, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mungkin memasuki hal tersebut.
"Jokowi kan tidak mungkin sampai masuk pada konstelasi internalnya PPP, itu adab politik ya," kata Herry kepada MNC Portal, Senin (5/9/2022).
5. Nasib PPP
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani memastikan, pemecatan Suharso Monoarfa dari Ketua Umum PPP tak membuat partainya pecah.
Arsul menegaskan meskipun tiga majelis telah mengeluarkan fatwa yang memberhentikan Suharso, namun tidak ada perpecahan di internal partai. Terlebih, pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP saat ini adalah Mardiono yang merupakan sahabat Suharso.
"Ini sekali lagi bukan perpecahan. Karena antara Pak Mardiono dan Suharso ini kan seorang sahabat," kata Arsul di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (5/9/2022). (KHA)
(Fakhrizal Fakhri )