2. Kamikaze
Pasukan Kamikaze di Jepang identik dengan misi bunuh diri mereka. Popularitas Kamikaze muncul pada Perang Dunia II. Para pilot Kamikaze berani menjalankan misi dengan menabrakkan pesawat mereka ke kapal sekutu.
Sayangnya, keberanian mereka mendapat pandangan tidak baik pasca Perang Dunia usai. Berbagai stigma burruk melekat pada mantan pilot Kamikaze, salah satunya adalah “Sindrom Serangan Khusus”. Banyak yang menilai bahwa yang dilakukan mereka adalah satu hal yang gila dan sembrono.
3. Spetsnaz
Spetsnaz merupakan satu kesatuan khusus Rusia yang terdiri dari Angkatan Laut, Angkatan Udara, hingga anggota intelijen Rusia. Spetsnaz merupakan pasukan elite utama di antara banyaknya pasukan elite Rusia.
Selain kemampuan perang, para personel juga diwajibkan untuk memiliki kemampuan intelijen. Kemampuan ini menjadi sebuah keharusan karena mayoritas misi yang mereka jalani akan dilakukan secara diam-diam. Terlebih lagi, mereka juga bertugas dalam misi pengintaian hingga sabotase. Kehebatan personel Spetsnaz bahkan diakui oleh Mark Giaconia, personel pasukan elite Angkatan Darat Amerika Serikat.
4. Gurkha
Gurkha merupakan pasukan Nepal yang menjadi bagian dari kemiliteran Inggris. Walaupun begitu, pasukan Gurkha awalnya merupakan musuh Kerajaan Inggris.
Ketika Inggris mendeklarasikan perang terhadap Nepal, pasukan Inggris yang terkesan dengan perjuangan Gurkha mengajak mereka untuk bergabung. Menjadi pasukan khusus tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan.