4. Adolf Hitler
Peristiwa holocaust adalah pembantaian yang dilakukan oleh Nazi Jerman kepada orang-orang Yahudi. Peristiwa ini terjadi pada masa Perang Dunia II di tahun 1939 hingga 1945. Adolf Hotler merupakan sosok di balik tragedi pembantaian massal ini. Dia merupakan konselor Jerman dan Ketua Partai Nazi sejak 1934. Selama masa jabatannya, Hitler melakukan pembersihan ras dan membunuh sekitar 6 juta orang Yahudi.
5. Adolf Eichmann
Selain Adolf Hitler, Adolf Eichmann juga turut menjadi pemeran utama atas kasus genosida yang menewaskan jutaan orang Yahudi. Dia berperan dalam penyusunan rencana pengumpulan, pengangkutan, dan pembunuhan para tawanan Nazi.
Meskipun telah melakukan perbuatan yang keji, arsitek holocaust ini tidak merasa bersalah sedikit pun. Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Eichmann melarikan diri ke Argentina. Namun, dia berhasil ditangkap oleh badan intelijen Israel, Mossad, pada 1960. Adolf Eichmann dijatuhi hukuman mati pada sidang pengadilannya di tahun 1961.
Dikutip dari berbagai sumber:
Mirsya Anandari Utami-Litbang MPI
4. Adolf Hitler
Peristiwa holocaust adalah pembantaian yang dilakukan oleh Nazi Jerman kepada orang-orang Yahudi. Peristiwa ini terjadi pada masa Perang Dunia II di tahun 1939 hingga 1945. Adolf Hotler merupakan sosok di balik tragedi pembantaian massal ini. Dia merupakan konselor Jerman dan Ketua Partai Nazi sejak 1934. Selama masa jabatannya, Hitler melakukan pembersihan ras dan membunuh sekitar 6 juta orang Yahudi.
5. Adolf Eichmann
Selain Adolf Hitler, Adolf Eichmann juga turut menjadi pemeran utama atas kasus genosida yang menewaskan jutaan orang Yahudi. Dia berperan dalam penyusunan rencana pengumpulan, pengangkutan, dan pembunuhan para tawanan Nazi.
Meskipun telah melakukan perbuatan yang keji, arsitek holocaust ini tidak merasa bersalah sedikit pun. Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Eichmann melarikan diri ke Argentina. Namun, dia berhasil ditangkap oleh badan intelijen Israel, Mossad, pada 1960. Adolf Eichmann dijatuhi hukuman mati pada sidang pengadilannya di tahun 1961.
Dikutip dari berbagai sumber:
Mirsya Anandari Utami-Litbang MPI
(Qur'anul Hidayat)