JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, banjir di Jakarta jauh lebih cepat surut ketimbang di era Gubernur sebelumnya yakni, Basuki Tjaha Purnama atau Ahok.
Anies menerangkan, bahwa Siaga, Tanggap, Galang menjadi penanganan teguh para jajaran Pemprov DKI Jakarta dalam menghadapi banjir di Jakarta.
"Sistem drainase kota Jakarta memiliki ambang batas. Kapasitas tampungan drainase DKI Jakarta berkisar 100-150 mm/hari. Karena itu, apabila turun hujan dengan curah di bawah 100 mm/hari, maka kita harus memastikan Jakarta aman dan curahan hujan dapat tertangani dengan baik. Di sisi lain, apabila curah hujan ekstrem berada di atas angka 100 mm/hari, mau-tidak mau air akan tergenang, terjadilah banjir," ujar Anies kepada wartawan, Minggu (9/10/2022).
BACA JUGA:Update Banjir Jakarta : 5 RT di Jakbar Masih Tergenang
Pada tahun 2020, setidaknya tercatat curah hujan ekstrem 377 mm/per hari, namun demikian banjir dapat surut dari 95% dalam waktu 96 jam.
Ia pun kemudian mengklaim banjir di Jakarta kini jauh lebih cepat surut ketimbang pada tahun 2015, dimana pada saat itu curah hujan yang lebih rendah 227 mm/hari, 95% wilayah tergenang baru dapat surut dalam waktu 168 jam.
BACA JUGA:Waspada Banjir Jakarta! Status Bendung Katulampa Naik Siaga 2