Serangan serupa juga dilakukan kepada rekan Falcone, Paolo Borsellino. Karena pembunuhan tersebut, pemerintah Italia mengeluarkan UU anti-mafia terbaru yang sangat keras. Brusca juga membunuh anak berusia 11 tahun bernama Giuseppe Di Matteo, yang merupakan anak mafia lain. Pembunuhan tersebut dilatarbelakangi karena ayah korban yang sudah mengkhianati Brusca.
Di Matteo diculik, disiksa, dan dibunuh dengan cara dicekik. Setelah tewas, tubuhnya dilarutkan dalam cairan asam sehingga pihak keluaga tidak bisa menguburkannya. Brusca ditangkap pada tahun 1996 dan ia membantu penyelidik melacak gangster ganas yang telah melakukan serangan pada era 1980-an hingga 1990-an. Ia dijatuhi hukuman 25 tahun penjara dan bebas pada Juni 2021.
4. Abraham Reles
Abraham atau Abe Reles lahir di Brooklyn, AS, pada tahun 1907. Ia merupakan gangster sekaligus pembunuh kejam pada era 1940-an. Di usianya yang baru menginjak 34 tahun, Reles sudah ditangkap sebanyak 42 kali, dan 6 kalinya karena kasus pembunuhan. Reles ternyata bekerja sebagai pembunuh bayaran untuk sebuah perusahaan bernama Murder Inc.
Kepada polisi, Reles mengaku bahwa ada 70 kasus pembunuhan lainnya yang belum terungkap. Pada tahun 1941, ia dijatuhi hukuman mati. Sebelum menjalani hukumannya itu, Reles bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 sebuah hotel di New York, AS. (Ajeng Wirachmi-Litbang MPI)
(Angkasa Yudhistira)