10 Provinsi dengan Kasus Pembunuhan Tertinggi, Nomor 1 di Sumut

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Senin 31 Oktober 2022 17:38 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

Sementara itu, 10 kawasan di Indonesia yang paling banyak memiliki kasus pembunuhan di tahun 2020 (menurut Polda/Provinsi) adalah:

1. Sumatera Utara (99 kasus)

2. Sumatera Selatan (77 kasus)

3. Sulawesi Utara (74 kasus)

4. Sulawesi Selatan (71 kasus)

5. Jawa Timur (55 kasus)

6. Nusa Tenggara Timur/NTT (40 kasus)

7. Kalimantan Selatan (38 kasus)

8. Kalimantan Barat (35 kasus)

9. Bengkulu (33 kasus)

10. Metro Jaya (32 kasus)

Sebaliknya, D.I Yogyakarta dan Maluku Utara adalah wilayah Indonesia yang paling sedikit memiliki catatan pembunuhan, dengan masing-masing 6 dan 1 kasus saja sepanjang tahun 2020.

Pada tahun 2018, Mabes Polri menyatakan setidaknya 92% dari kasus pembunuhan yang ada pada tahun tersebut berhasil diungkap. Fakta lainnya, 80% dari jumlah tersebut bermotif sakit hati dan dendam. Melansir Sindonews (23 November 2018), motif lain tidak bisa terungkap karena merupakan perampokan. Jadi, tidak ada hubungan antara korban dengan pelaku. Bahkan, keduanya tidak saling mengenal. Tingkat pengungkapan kasus pembunuhan yang berhasil dilakukan pada tahun tersebut dikarenakan Polri banyak melakukan berbagai operasi, seperti operasi begal, operasi premanisme, hingga operasi Mantap Praja.

Polisi menyampaikan, pembunuhan dengan motif sakit hati adalah hal yang paling sulit dicegah. Diperlukan adanya pihak lain (selain Polri) untuk melakukan edukasi ke masyarakat, seperti para tokoh agama. Dengan pendekatan agama, pengendalian diri mampu dilakukan secara maksimal. Selain itu, dibutuhkan pula tokoh dari lingkungan sekitar dan tokoh formal lainnya. Namun memang, pendekatan dasarnya harus secara agama.

Meskipun pembunuhan tidak dapat diprediksi kapan terjadi, namun setidaknya pencegahan bisa dilakukan dengan mengetahui motif umumnya. Selain karena rasa dendam, pembunuhan juga bisa diakibatkan begal, jambret, atau perampokan. Maka dari itu, Polri mengimbau dengan tegas kepada masyarakat untuk tidak mengundang orang lain untuk berbuat jahat. Contohnya adalah dengan tidak menggunakan perhiasan mencolok dan membawa uang berlebih ketika dalam perjalanan. Sementara itu, motif juga bisa diketahui dari luka yang ditemukan di tubuh korban. Jika banyak luka di sekujur tubuh, maka besar kemungkinan bahwa tersangka memiliki dendam dan sangat membenci korban

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya