BANDUNG – Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi memberikan catatan penting terhadap gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Gempa ini diketahui telah mengakibatkan ribuan bangunan, baik rumah maupun gedung hancur porak-poranda. Banyaknya bangunan yang hancur yang juga menjadi penyebab korban luka hingga meninggal dunia.
Baca juga: Kisah Haru Anak 5 Tahun Masih Bernyawa Usai Tertimbun Reruntuhan Gempa Selama 3 Hari
Kepala PVMBG Badan Geologi, Hendra Gunawan mengatakan, gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 yang dipicu pergerakan Sesar Cimandiri itu merupakan gempa dangkal yang menimbulkan efek merusak. Akibatnya, banyak bangunan hancur hingga korban berjatuhan.
Baca juga: Perjuangan Seorang Ibu yang Rela Terobos Jalan Putus Usai Gempa Cianjur untuk Selamatkan Anaknya
Menurut Hendra, penyebab banyaknya bangunan hancur porak-poranda akibat gempa, yakni bangunan dibangun di atas batuan yang kurang solid dan bangunan yang kurang memenuhi standar tahan gempa.
"Bangunan dibangun di batuan yang kurang solid. Selain itu, bangunan kurang memenuhi standar gempa," kata Hendra dalam konferensi pers daring, Selasa (22/11/2022).
Baca Selengkapnya: Gempa Cianjur, PVMBG Ungkap Penyebab Banyak Bangunan Hancur Porak-poranda
(Susi Susanti)