Analisis Geologi Gempa M7,1 di Kepulauan Talaud, Ini Penjelasan PVMBG

Binti Mufarida, Jurnalis
Kamis 19 Januari 2023 11:13 WIB
Illustrasi (foto: freepick)
Share :

JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan analisis geologi kejadian gempa bumi magnitudo (M)7,1 yang mengguncang kota Melonguane ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, 18 Januari 2023, pukul 13.06 WIB, kemarin.

Gempa ini dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terdeteksi di laut pada koordinat 127.11°BT dan 2.80°LU, berjarak sekitar 141 km tenggara kota Melonguane pada kedalaman 64 km.

Selain BMKG, The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat juga melaporkan lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 127.051°BT dan 2.740°LU dengan magnitudo (M7,0) pada kedalaman 48 km.

 BACA JUGA:Gempa M7,1 Talaud, Berikut Sejumlah Daerah yang Ikut Merasakan Guncangan

Kemudian, berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127.05°BT dan 2.72°LU, dengan magnitudo (M7,0) pada kedalaman 41 km.

PVMBG pun menganalisa dari lokasi pusat gempa bumi tersebut terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Talaud mempunyai morfologi daerah berupa perbukitan pada bagian tengah pulau, lembah dan dataran pantai.

“Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai, endapan sungai, dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan,” ungkap PVMBG dalam keterangan resminya, Kamis (19/1/2023).

 BACA JUGA:Breaking News! Gempa M5,2 Guncang Kepulauan Talaud Sulawesi Utara

Selain itu, PVMBG mengatakan ada endapan kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

“Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi, dan data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu dengan jenis mekanismenya adalah sesar mendatar,” tandas PVMBG.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya