Upaya tersebut gagal dilakukan mengingat kondisi sumur yang sempit dan dalam. Sehingga pihak desa menelepon petugas Damkar KBB dan tidak lama tiba di lokasi.
Setelah berupaya keras selama kurang lebih dua jam, akhirnya bocah malang tersebut berhasil dievakuasi petugas. Namun, sayang nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi. Malam harinya korban langsung dikuburkan oleh pihak keluarga," tuturnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, KBB, Siti Aminah Anshoriah didampingi Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Wisnu Astodewo mengatakan, menerjunkan lima personel ke lokasi dengan diback up Damkar dari Pos Cikalongwetan.
Saat melakukan penyelamatan anggotanya harus mengenakan tabung gas oksigen untuk membantu pernafasan di dalam sumur.
"Sumurnya cukup dalam dan dikhawatirkan minim oksigen atau ada gas beracun, jadi anggota kami yang turun mengevakuasi ke bawah sumur dilengkapi dengan alat pernafasan dan tabung oksigen," pungkasnya.
(Arief Setyadi )