Persoalkan Masalah Tanah, Bripka Madih Ngaku Dikeroyok 12 Orang hingga Berlumuran Darah

Riana Rizkia, Jurnalis
Minggu 05 Februari 2023 18:38 WIB
Bripka Madih (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - Anggota Provos Polsek Jatinegara, Bripka Madih mengaku pernah dikeroyok 12 orang. Pengeroyokan itu terkait dengan kasus penyerobotan tanah yang dialami orangtuanya.

"Bukan ane minta dibela, dan yang kedua 2011 ane dikeroyok 12 orang, ini nih berapa jahitan, berlumuran darah lagi sholat, baju kokoh ini jadi merah semua. Tolong tegakkan keadilan yang seadil-adilnya. Tolong lah, ya Allah bantulah," kata Madih, Minggu (5/2/2023).

BACA JUGA:Ini Alasan Bripka Madih Dipanggil ke Polda Metro Jaya 

Kendati demikian, Madih tak memerinci bagaimana kronologi dan pelaku penganiayaan tersebut. Ia malah bercerita pada 2011 silam sempat melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya.

Namun, bukannya diproses malah dimintai 'uang pelicin' oleh penyidik. Pengakuan Madih, pelaporan tersebut dilakukan karena ia menilai jika pembelian tanah milik orangtuanya dilakukan dengan cara melawan hukum.

Menurut Madih, ada beberapa akta jual beli (AJB) yang tidak sah karena tidak disertai cap jempol. "2011 itu setelah pemeriksaan berkas-berkas, kita sangkal di situ ada surat pernyataan bahwa tempat yang ditempatin itu dibeli dari calo-calo. Terus ada akta-akta yang nggak (dicap) dijempol. Ini kan murni kekerasan, penyerobotan, kok bisa timbul akta?" katanya.

BACA JUGA:Kasus Bripka Madih, Polda Metro Sudah Periksa 16 Saksi pada 2011-2012 Silam 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya