Telah Mengecewakan Orang-Orang di Suriah, PBB Akui Gagal Kirim Bantuan untuk Korban Gempa

Susi Susanti, Jurnalis
Senin 13 Februari 2023 13:19 WIB
Gempa dahsyat M7,8 mengguncang Turki hingga Suriah (Foto: AFP)
Share :

KAHRAMANMARAS - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Minggu (12/2/2023) mengaku gagal mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan ke korban gempa dahyat magnitudo 7,8 di wilayah yang dilanda perang di Suriah.

Jumlah korban di dua negara yang terkena gempa yakni Turki hingga Suriah mencapai lebih dari 33.000 orang.

Sebuah konvoi PBB dengan perbekalan untuk Suriah barat laut tiba melalui Turkiye, tetapi Kepala bantuan badan itu Martin Griffiths mengatakan lebih banyak lagi yang dibutuhkan untuk jutaan orang yang rumahnya hancur.

BACA JUGA:  Tidak Ada Tenda dan Tak Ada Bantuan Apapun Usai Gempa Dahsyat, Mengapa Warga Suriah Merasa Dilupakan?

"Sejauh ini kami telah mengecewakan orang-orang di Suriah barat laut. Mereka merasa ditinggalkan. Mencari bantuan internasional yang belum tiba," cuitnya di Twitter, dikutip AFP.

BACA JUGA: Kesaksian Dokter yang Rawat Anak-Anak Korban Gempa di Suriah: Begitu Dia Menatap, Saya Mulai Menangis' 

Menilai kerusakan di Türkiye selatan pada Sabtu (11/2/203), ketika jumlah korban mencapai 28.000, Griffiths mengatakan dia memperkirakan angka tersebut akan "berlipat ganda atau lebih" karena kemungkinan menemukan korban yang selamat semakin berkurang setiap harinya.

Pasokan bantuan terlambat tiba di Suriah, di mana konflik bertahun-tahun telah merusak sistem perawatan kesehatan, dan sebagian negara tetap berada di bawah kendali pemberontak yang memerangi pemerintah Presiden Bashar al-Assad, yang berada di bawah sanksi Barat.

Namun menurut seorang koresponden AFP, konvoi 10 truk PBB menyeberang ke barat laut Suriah melalui perbatasan Bab al-Hawa, membawa perlengkapan perlindungan, terpal plastik, tali, selimut, kasur dan karpet.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya