SURIAH - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah bertemu Presiden Suriah Bashar al-Assad Assad di Damaskus pada Minggu (12/2/2023) dan mengatakan pemimpin Suriah telah menyuarakan kesiapan untuk lebih banyak penyeberangan perbatasan untuk membantu membawa bantuan ke barat laut yang dikuasai pemberontak.
"Dia terbuka untuk mempertimbangkan titik akses lintas batas tambahan untuk keadaan darurat ini," terangnya kepada wartawan, dikutip AFP.
"Krisis konflik yang semakin parah, Covid-19, kolera, penurunan ekonomi, dan sekarang gempa telah memakan korban yang tak tertahankan," ujarnya sehari setelah mengunjungi Aleppo.
BACA JUGA: Telah Mengecewakan Orang-Orang di Suriah, PBB Akui Gagal Kirim Bantuan untuk Korban Gempa
Dia menambahkan bahwa dia "menunggu untuk bergerak melintasi garis ke barat laut, di mana kami diberitahu bahwa dampaknya bahkan lebih buruk".
Meski Damaskus telah mengizinkan konvoi bantuan lintas garis untuk melanjutkan dari daerah-daerah pemerintah, Tedros mengatakan WHO masih menunggu lampu hijau dari daerah-daerah yang dikuasai pemberontak sebelum masuk.
Sementara itu, sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Minggu (12/2/2023) mengaku gagal mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan ke korban gempa dahyat magnitudo 7,8 di wilayah yang dilanda perang di Suriah.
Jumlah korban di dua negara yang terkena gempa yakni Turki hingga Suriah mencapai lebih dari 33.000 orang.