WHO Bertemu Presiden Assad, Suriah Pastikan Kesiapan Penyeberangan Perbatasan untuk Bawa Bantuan Korban Gempa

Susi Susanti, Jurnalis
Senin 13 Februari 2023 13:29 WIB
Gempa dahsyat M7,8 mengguncang Turki hingga Suriah (Foto: Reuters)
Share :

SURIAH - Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah bertemu Presiden Suriah Bashar al-Assad Assad di Damaskus pada Minggu (12/2/2023) dan mengatakan pemimpin Suriah telah menyuarakan kesiapan untuk lebih banyak penyeberangan perbatasan untuk membantu membawa bantuan ke barat laut yang dikuasai pemberontak.

"Dia terbuka untuk mempertimbangkan titik akses lintas batas tambahan untuk keadaan darurat ini," terangnya kepada wartawan, dikutip AFP.

"Krisis konflik yang semakin parah, Covid-19, kolera, penurunan ekonomi, dan sekarang gempa telah memakan korban yang tak tertahankan," ujarnya sehari setelah mengunjungi Aleppo.

BACA JUGA: Telah Mengecewakan Orang-Orang di Suriah, PBB Akui Gagal Kirim Bantuan untuk Korban Gempa 

Dia menambahkan bahwa dia "menunggu untuk bergerak melintasi garis ke barat laut, di mana kami diberitahu bahwa dampaknya bahkan lebih buruk".

BACA JUGA: Tidak Ada Tenda dan Tak Ada Bantuan Apapun Usai Gempa Dahsyat, Mengapa Warga Suriah Merasa Dilupakan?

Meski Damaskus telah mengizinkan konvoi bantuan lintas garis untuk melanjutkan dari daerah-daerah pemerintah, Tedros mengatakan WHO masih menunggu lampu hijau dari daerah-daerah yang dikuasai pemberontak sebelum masuk.

Sementara itu, sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Minggu (12/2/2023) mengaku gagal mengirimkan bantuan yang sangat dibutuhkan ke korban gempa dahyat magnitudo 7,8 di wilayah yang dilanda perang di Suriah.

Jumlah korban di dua negara yang terkena gempa yakni Turki hingga Suriah mencapai lebih dari 33.000 orang.

Sebuah konvoi PBB dengan perbekalan untuk Suriah barat laut tiba melalui Turkiye, tetapi Kepala bantuan badan itu Martin Griffiths mengatakan lebih banyak lagi yang dibutuhkan untuk jutaan orang yang rumahnya hancur.

Berbicara kepada CNA938 pada Senin (13/2/2023), Direktur program respons World Vision Syria Clynton Beukes mengatakan bahwa ada "rasa putus asa di lapangan" untuk mempercepat pengiriman bantuan.

Beukes mengatakan, dibandingkan dengan Turki, hanya ada sedikit tim penyelamat di Suriah, berbasis di negara tetangga Yordania. Dia menambahkan bahwa kelompok tanggap darurat White Helmets mengatakan bahwa dengan waktu yang hampir habis, proses penyelamatan berubah menjadi operasi pemulihan.

Dia menjelaskan Suriah Barat Laut adalah salah satu "tempat yang paling sulit dijangkau" yang telah diusahakan oleh organisasi bantuannya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya