Awal Ramadan NU dan Muhammadiyah Kemungkinan Sama, Idul Fitri Berbeda, Begini Penjelasan BRIN

Bachtiar Rojab, Jurnalis
Kamis 09 Maret 2023 20:25 WIB
Ilustrasi pemantauan hilal (Foto: Antara)
Share :

Adapun kriteria hilal yang diadopsi adalah kriteria berdasarkan pada dalil atau hukum agama tentang awal bulan dan hasil kajian astronomis yang sahih. Kriteria itu harus mengupayakan titik temu pengamal rukyat dan pengamal hisab, untuk menjadi kesepakatan bersama termasuk Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Sedangkan potensi perbedaan Idul Fitri 1444 dijelaskan Thomas, karena pada saat Maghrib 20 April 2023, ada potensi di Indonesia posisi bulan belum memenuhi kriteria baru MABIMS, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat [3-6,4] (wilayah arsir hijau pada gambar atas).

Namun, sudah memenuhi kriteria wujudul hilal [WH] yang ditunjukkan pada antara arsir putih dan arsip merah pada gambar bawah. Jadi ada potensi perbedaan: Versi [3-6,4] 1 Syawal 1444 pada 22 April 2023, tetapi versi [WH] 1 Syawal 1444 pada 21 April 2023.

Thoman menambahkan, penyebab utama terjadinya perbedaan penentuan awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha yang terus berulang karena belum disepakatinya kriteria awal bulan hijriyah.

Adapun prasyarat utama untuk terwujudnya unifikasi kalender hijriyah, harus ada otoritas tunggal. Otoritas tunggal akan menentukan kriteria dan batas tanggalnya yang dapat diikuti bersama.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya