JAKARTA - Hujan masih berpotensi mengguyur wilayah Indonesia hingga 27 Maret 2023. Meskipun, pada skala global, indeks-indeks global tidak menunjukkan nilai yang signifikan untuk mempengaruhi curah hujan di wilayah Indonesia.
“Madden Julian Oscillation (MJO) aktif pada kuadran 2 (Indian Ocean), menunjukkan kondisi yang tidak signifikan terutama untuk Indonesia, dan diprediksi hingga sepekan ke depan cenderung melemah menuju netral,” kata Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dikutip dari laman resminya, Jumat (24/3/2023).
Banjir dan Longsor di Kabupaten Bandung Akibat Curah Hujan Tinggi
Saat ini, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator diprakirakan aktif di sebagian wilayah Sumatera bagian utara dan wilayah Indonesia timur serta Sulawesi bagian utara dalam sepekan ke depan.
“Sehingga, faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia,” katanya.
Daerah konvergensi, kata BMKG, juga terpantau memanjang di Selat Sunda, Laut Jawa bagian Barat, Selat Makassar, Kalimantan, Sumatra bagian Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua. Sementara sirkulasi siklonik terpantau cukup persisten terbentuk di wilayah Maluku dan Papua.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” tambah lembaga tersebut.
BACA JUGA:
Dirinya menambahkan, lemahnya faktor cuaca global dan regional di sebagian besar wilayah Indonesia menyebabkan kondisi cuaca lokal sangat mempengaruhi cuaca dalam sepekan ke depan.
“Secara umum pada pagi hingga siang kondisi cuaca akan cenderung cerah hingga cerah berawan, potensi hujan bersifat lokal dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi pada siang hingga sore hari terutama di sebagian besar wilayah pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian utara, dan Sulawesi bagian Selatan,” kata BMKG.