Dalam dokumen yang tak memiliki tanggal itu, terungkap bahwa Korsel sepakat menjual peluru artileri ke Amerika. Syarat transaksi itu ialah, peluru digunakan militer Amerika bukan negara lain. Korsel mengaku khawatir peluru akan dikirim ke Ukraina.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Korsel sudah meneken persetujuan pengiriman tank, pesawat tempur, dan senjata ke negara-anggota NATO, Polandia. Pengiriman itu dilakukan sejak invasi Rusia ke Ukraina. Kendati menimbulkan pembahasan, hingga kini keaslian dokumen masih diselidiki.
( Muhammad Fadli Rizal)