JAKARTA - Deir Yassin adalah desa Palestina yang terletak di puncak bukit, tidak jauh dari barat Yerusalem. Namun, jika kita berusaha menemukannya di peta hari ini, desa itu tidak akan ada karena telah rata dengan tanah setelah dijadikan bagian dari pusat kesehatan jiwa oleh Zionis Israel pada 1951.
Namun, bagi Palestina, Deir Yassin lebih dari sekedar desa, tetapi juga saksi dari sebuah kekejaman oleh pasukan Israel. Sebuah pembantaian terjadi di Deir Yassin, yang sampai saat ini masih belum ditanggapi dunia internasional dan berusaha ditutup-tutupi bahkan dibantah oleh israel.
Deir Yassin adalah desa yang damai dengan kurang dari 1.000 penduduk yang hidup cukup santai, dengan tingkat kemakmuran ekonomi. Desa itu terkenal dengan usaha pemotongan batu kapurnya. Namun, semua itu berubah pada 9 April 1948, ketika beberapa ratus milisi Zionis bersenjata masuk ke desa dan melakukan salah satu pembantaian sebelumnya yang menjadi praktik standar bagi Israel, yang baru saja didirikan.
Pada hari Jumat itu, antara 100 dan 250 wanita, anak-anak dan pemuda tak bersenjata dibunuh dalam beberapa jam, tanpa alasan selain karena mereka adalah orang Palestina. Mereka yang selamat, ketakutan, meninggalkan rumah dan harta benda mereka untuk mencari perlindungan di tempat lain.